Mengganti dan mendesain logo perusahaan

29 06 2008

Mengganti dan mendesain logo perusahaan

Mengganti logo tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang harus dipahami secara mendalam sebelum proses itu di lakukan.

Apa yang harus kita lakukan bila pas bangun pagi, kita merasa banyak hal di sekeliling kita buruk atau tidak memuaskan. Saat itulah kita harus berubah. perubahan ini diperlukan untuk memperbaiki keadaan dan mencapai tujuan hidup yang tinggi. Begitulah kira-kira yang terjadi pada suatu perusahaan ketika mereka berancang-ancang melakukan pergantian logo.

Meski demikian, urusan ganti logo bukanlah proses yang sederhana dan mudah dilakukan. Karena terkait dengan tujuan di masa depan, maka prosesnya harus terencana melalui berbagai pertimbangan yang cermat dan matang. Ini, tidak bisa tidak, harus dilakukan mengingat logo bukanlah sekadar lambang yang dipajang di papan atau kartu nama. Lebih dari itu, sebuah logo merupakan bagian penting dari pondasi image branding perusahaan.

Berikut lima kriteria yang harus diperhatikan dalam mendesain logo perusahaan.

Pertama, ageless style. Ketika mendesign logo, janganlah terpaku pada sesuatu yang keren. Buatlah sebuah logo klasik yang bisa tumbuh dengan perusahaan, yang bisa dipertahankan untuk waktu yang lama. Sekali terpampang di kartu nama atau papan nama, kita tidak bisa tiba-tiba seenaknya mengganti logo tersebut lantaran bosan dengannya atau karena semua orang memakai style yang sama. Klien dan konsumen mencari bisnis yang berumur panjang dan image yang stabil.

Kedua, distinctiveness. Cobalah menemukan sesuatu yang unik agar logo anda tampak menonjol. Ini bisa di dukung oleh suaty tagline yang tidak biasa untuk membedakan diri dengan kerumunan. Nike adalah logo yang sangat sederhana tapi sangat menonjol dengan tagline “just do it”. Tiap kali oran gmelihat logo itu, mereka ingat “just do it”. Beberapa waktu kemudian tanpa perlu melihat tagline lagi, hanya dengan melihat logo, orang otomatis berpikir “just do it”. Inilah konsep yang disebut imagery transfer.

Ketiga, appeal. Cobalah membuat design yang menarik di lihat mata. Beberapa warna tertentu membangkitkan minat konsumen, sementara yang lain menimbulkan emosi lain yang tidak diinginkan. Sebagai contoh, warna merah dianjurkan untuk membuat orang merasa bersemangat atau marah, orange dikatakan untuk mewakili sesuatu yang murah, biru melambangkan kejujuran dan integritas, sementara warna netral mewakili stabilitas. Namun, agar tidak banayk membuang waktu, masalah warna ini sebaiknya ditentukan paling akhir, yaitu setelah desainnya disetujui. Juga pastikan logo tersebut secara konsisten menyampaikan pesan sama baik lewat kartu nama, papan nama, website dan iklan.

Keempat, convery the right image. Dalam hal ini diajukan pertanyaan: Apakah logo anda di bicarakan dengan akurat? APakah ia menyatkaan gaya perusahaan anda? sebaiknya jangan memilih tampilan yang liar dan gila, hanya karena ingin tampil beda, kecuali itu memang sangat cocok dengan gaya bisnis anda.

Kelima, legibility. Tanpa memandang gaya dan warna, pastikan bahwa logo tersebut mudah dibaca dan typo-free. Perlu diingat kita memakai logo bukan secara pribadi, tapi secara publik. Fungsi logo adalah membungkus identitas dan kepribadian perusahaan, sehingga dengan melihatnya saja orang tah persis apa arti perusahaan itu bagi mereka.





Legalitas Transaksi dalam Bisnis Disain Grafis

29 06 2008

Legalitas Transaksi dalam Bisnis Disain Grafis

Kini dengan besarnya kebutuhan tenaga disain grafis banyak bermunculan penyedia jasa disain grafis dari yang secara perorangan hingga yang berbentuk badan hukum komersial. Bidang yang kental dengan ‘karya-cipta’ ini telah banyak digandrungi oleh generasi muda hingga jumlah tenaga ahli dibidang ini berkembang pesat dan tidak sedikit diantaranya yang mulai berbisnis jasa disain grafis. Bagi pemula legalitas transaksi sangat penting untuk dipahami. Karena pemula relatif rentan termanfaatkan atas kelemahan daya tawarnya. Dalam artikel ini ada baiknya saya berbagi akan pengalaman saya ketika pertama kali memulai berbisnis dengan perusahaan besar, agar dari pengalaman ini dapat dipetik maknanya sebagai pelajaran khususnya bagi pemula.

Awalnya saya tidak menganggap mendisain itu sebagai bisnis, saya anggap hanya hobi dan sekedar untuk membantu teman yang memerlukannya. Suatu saat saya diperkenalkan oleh teman dekat saya dengan staff salah satu perusahaan asuransi besar di Jakarta yang sedang memerlukan keahlian saya untuk mendisain majalah perusahaan serta mendisain dan mencetak beberapa macam poster perusahaan tersebut.

Saat itu dengan sifat rendah hati saya, saya bersedia saja dibayar dengan jumlah sekehendak staff perusahaan tersebut, seperti halnya membantu teman saja. Jadi saat itu saya hanya sekedar ingin menjalin hubungan baru yang baik. Karena menurutnya hubungan ini akan terus berkelanjutan berhubung majalah itu akan terus diterbitkan dan masih banyak material lain yang butuh keahlian ini. Untuk kepastian transaksi saya minta agar disusun perjanjian atas teknis pelaksanaan pekerjaan antara saya dan perusahaan tersebut. Itu-pun saya yang minta, jika saya tidak minta nampaknya akan diabaikan oleh mereka.

Seiring dengan penyusunan perjanjian tersebut saya sudah diminta mulai duluan mengerjakan disain majalah dan poster tersebut. Hampir setiap pagi saya diburu dengan berbagai koordinasi agar bisa selesai dengan deadline yang sangat singkat. Di pertengahan, perjanjian tersebut baru diserahkan pada saya. “Jim lu tanda tangan disini ya!” ucap staff perusahaan tersebut yang secara implisit meminta agar saya langsung menandatangani perjanjian tersebut agar urusan cepat selesai. Lalu atas rasa saling percaya saya bersedia langsung menandatangani perjanjian tersebut tanpa sempat mempelajari lebih dahulu seluruh isinya. Bagi saya yang penting ketika itu saya telah melihat angka nominal yang akan dibayarkan pada saya sesuai kesepakatan.

Setelah pekerjaan selesai, pembayaran berlangsung lancar seolah-olah tiada permasalahan. Namun setelah saya teliti ulang isi perjanjian tersebut, disebutkan Soft Copy hasil disain menjadi hak milik Perusahaan, dan perusahaan berhak mengubah serta memperbanyak tanpa pemberitahuan kepada pihak manapun. Dan akhirnya memang benar, selanjutnya Soft Copy Final ArtWork saya mereka manfaatkan kembali untuk kreatif disain majalah edisi selanjutnya dan disitu saya sudah tidak dilibatkan lagi, ‘iming-iming’ transaksi berkelanjutan ternyata hanya tipuan belaka agar saya mau dibayar sangat rendah. Tindakan itu secara hukum telah mereka susun agar dapat dibenarkan walau secara etika moral perbuatan merampas hak cipta sangat tidak terpuji. Sungguh malang saya saat itu, mudah sekali dibodohi dianggap sebagai disainer murahan lalu dibuang begitu saja.

Dari pengalaman saya tersebut hal yang perlu dicatat adalah :

1. Setiap transaksi formal harus ada legalitasnya baik berupa pernyataan dalam kuitansi atau jika diperlukan berupa perjanjian formal. Dan Jangan memulai pekerjaan sebelum ada kepastian legalitas tersebut. Karena sebaiknya kepercayaan timbul setelah ada kepastian, walau yang anda hadapi adalah teman anda sendiri.

2. Selalu yakinkan legalitas transaksi baik berupa perjanjian formal, pernyataan dibalik order-form, faktur, kwitansi dsb, agar tidak menyimpang dari prinsip adil dan saling menguntungkan.

3. Jika hal-hal yang diatur cukup kompleks, maka diskusikan poin-poin tersebut dengan rekan bisnis anda atau pelajari dulu setidaknya minta waktu satu hari untuk mempelajarinya. Jika bingung konsultasikan pada ahlinya, bisa melalui teman anda yang ahli dibidangnya. Jangan sekali-kali menganggap remeh suatu pernyataan hukum.

4. Bagi pemula mulailah menghargai diri sendiri dengan memiliki tarif yang layak sesuai dengan dedikasi dan kualitas yang anda berikan.

Demikian saya sampaikan artikel ini sekedar untuk berbagi pengalaman, agar dapat dimaknai dan diaplikasikan lebih lanjut khususnya bagi pemula agar tetap mampu eksis dalam kancah bisnis disain grafis yang tidak ada matinya. Selamat berkarya.





Design+Style Magazine

29 06 2008

Design+Style Magazine

Di awal abad ke 20, banyak majalah yang terbit khusus mengulas mengenai berbagai aliran pada desain grafis; poster, tipografi, dan litografi. Berangsur-angsur, sesuai dengan perkembangan waktu, di mana publikasi makin jauh jangkauannya, di antara majalah-majalah tersebut sudah ada yang mencakup semua aspek di segala bidang.

Ada satu majalah grafis yang memposisikan Switzerland sebagai pusat desain grafis era sesudah perang dunia II. Namanya Graphis, pertama kali dipublikasikan di Zurich tahun 1944. Format dari majalah tersebut menggunakan beberapa tatacara pradigma; layout menggunakan grid, publikasi dengan menggunakan 3 bahasa, yaitu: Prancis, Jerman dan Inggris. Selain terfokus ke grafis desain kontemporer, majalah ini juga menampilkan ulasan historikal, teknik cetak mencetak dan seni grafis, serta semua yang dianggap seperti kerajinan, namun bertentangan dengan industri desain grafis.

Tampilan sebuah majalah tergantung dari keputusan desain mengenai format, cover, internal pase, dan isi artikel, sama seperti pemilihan jenis huruf dan penerapan image untuk desain satu halaman. Art Director—yang mengkoordinasi semua elemen—diakui sebagai suatu aktivitas, pertama kali “diproklamirkan” di Amerika Serikat tahun 1920, di mana sebuah badaan yang bernama Art Directors Club terkenal sebagai satu divisi tenaga kerja yang mempunyai spesialisasi dalam bidang desain untuk sebuah publikasi.

Desain majalah modern mencapai puncak kejayaannya di tahun 1950 dan 1960-an dengan adanya New York Style (desain dengan gaya New York).

Tapi di akhir abad ini, gambaran umum mengenai majalah menjadi banyak macamnya dan ini (New York Style) hanya menjadi satu dari banyak style yang bisa ditiru. Style majalah dalam 20 tahun terakhir mempunyai kontribusi dalam perubahan ini dengan munculnya tantangan pemikiran mengenai desain dan isi. Tantangan ini muncul sebagai reaksi atas majalah-majalah yang sudah mapan. Tapi didominasi oleh sponsor. Pada tahun pertama, beberapa style majalah menentang ketentuan yang ada untuk menarik generasi muda, khususnya mereka yang mengerti topik yang sedang “in” dan satu bahasa dalam segala pandangan. Kategori baru ini bernama “infotainment”, di mana mereka mengundang pembaca untuk melihat dan menambah pengetahuan tentang musik, pakaian, desain, film, dan olahraga. Demi identitas baru ini, mereka berani menolak sponsor yang tidak sejalan dan satu bahasa dengan pembaca mereka.

Terry Jones, co-editor dan art director dari i-D, keluar dari Vogue untuk membuat majalah baru yang lebih independen. Alasan lainnya adalah ketertarikannya dalam mengikuti perkembangan gaya dan budaya anak muda di Inggris. Majalahnya yang baru ini mencakup fashion, musik, film, pameran, dan tari. Khususnya memberi ruang untuk Punk, Post Punk, dan aliran baru romantisisme. Ketika pemerintahan konservatif Margaret Thatcher berlawanan dengan tujuan generasi muda, ide kreatif dan negaranya yang banyak pengangguran, slogan i-D—“Do it with your self”—seakan menyadarkan pembacanya, bahwa mereka tidak butuh mode kelas tinggi. Laporan pertama i-D adalah mengenai fashion jalanan.

Nama i-D didapat dari singkatan untuk “identity” dan logonya yang bergambar orang tersenyum dan mengedipkan mata juga diambil dari nama i-D itu sendiri. Cover pertamanya dicetak dengan tinta pendar dan bahan pokok dengan format landscape, lalu berubah untuk kesempurnaan penjilidan, dan format vertikal yang konvensional untuk kebutuhan display di toko-toko. Memfokuskan liputannya hanya pada fashion, sehingga majalah ini pernah dijuluki sebagai “The Ultimate Fashion Victim’s Bible”.

Beberapa tahun kemudian, typographer Inggris, guru dan editor majalah Herbert Spencer menemukan majalah Typgraphica. Pada tahun 1967 ia menulis: “Saya mulai merencanakan Typographica, pada musum gugur 1948, karena saya percaya hal ini adalah satu kebutuhan penting untuk majalah, terutama untuk typografi, yang akan dilihat oleh jangkaun internasional dan mengupas, serta menganalisis yang ada.”

Typographica pertama muncul dalam format yang besar dan konvensional namun menarik, dan layout yang didapat dari buku typografi. Majalah ini mengulas mengenai literatur typografi untuk para pencetak dan desainer, juga termasuk di dalamnya bisnis cetak dan perubahan teknik pada industri. Tahap demi tahap, Spencer memperkenalkan kepada pembacanya desainer Eropa semasa perang, seperti Werkman, Bill el Lissizky, Rodchenco, Bayer, Sanberg, Barlewi, Zwart dan Shcuitema. Seperti membuat catatan sejarah, Spencer menampilkan para seniman kontemporer, penyair, dan typographer, seperti Edward Wright, Massin, Diter Rot (sebelumnya dikenal dengan Dieter Roth) dan Richard Hamilton,—Spencer menyebut mereka sebagai “Pioneers of modern typography”—yang kemampuannya sudah tidak diragukan lagi.

Seri kedua majalah-majalah, dimulai pada tahun 1960, lahirnya modernisme pada penampilan. Kertas warna, huruf bertekstur atau lembar transparan dan format yang lebih kecil dan ramping dikombinasikan untuk memberi kesan kontemporer.

Pada seri kedua ini, banyak ditampilkan elemen-elemen yang aneh/unik pada majalah di mana penulisan artikelnya menggunakan bahasa daerah/tradisi. Selama bertahun-tahun karangan visual dipublikasikan pada subjek seperti tanda/rambu lalu lintas, coal-hole covers, Dutch Chocolate Latters dan masih banyak lagi. Perhatian pada huruf dan ornamen tradisional mencerminkan bagaimana bertahannya modernisme di Inggris—yang merupakan penggabungan antara sensibilitas romantic dan daya tarik kosmopolitan Eropa.

Pada tahun 1958, ketika Neue Grafik pertama kali dipublikasikan, Switzerland secara luas diakui sebagai pusat fungsional desain grafis modern. Melalui para desainer dan kontribusi mereka pada pendidikan desain grafis—tapi yang paling signifikan adalah publikasi mereka yang diarahkan pada masyarakat iternasional—membuat reputasi negara ini tetap terjaga.

Neu Grafik berlanjut sampai tahun 1965, dengan desain tampilan yang konsisten. Pada Co-editornya antara lain Josef Muller-Brockmann dan Han S Neuburg, pelukis Richard P. Lohse, dan Carlo Vivarelli, seorang arsitek dan seniman yang bekerja pada studio Boggeri. Dengan empat kolom grid dan teks dalam bahasa Jerman, Inggris dan Prancis, majalah dikemas secara rasional, desain yang konstrukstiv, melahirkan beberapa aturan sistem desain, dan berfungsi sebagai alat komunikasi publik. Semua itu merepresentasikan puncak kejayaan era modernisme sebelum terjadinya perubahan sosial dan budaya di akhir tahun 60-an.





Efek Psikologi Dari Iklan

29 06 2008

Efek Psikologi Dari Iklan

Pernahkah anda kagum mengapa orang-orang membeli hal-hal yang mereka lakukan? Tahukah anda bahwa psikologi punya peran penting dalam membentuk perilaku kita untuk membeli sesuatu? Artikel berikut ini akan mengantar anda memahami lifestyle dari para konsumen, dan menunjukkan kepada anda bagaimana membuat iklan yang menarik untuk setiap fase kehidupan.

Pertama, mari kita cermati pandangan Abraham Maslow tentang hirarki kebutuhan pada setiap fase kehidupan manusia. (Abraham Maslow adalah seorang psikolog social yang mempelajari kehidupan orang-orang sukses). Menurut Maslow, manusia memiliki lima jenis kebutuhan yang bersifat hirarkis seperti berikut :

1. Tahap satu – kebutuhan psikologis sebagai kebutuhan paling dasariah setiap manusia seperti makanan dan minuman, tempat tinggal, udara dsb.
2. Tahap dua – kebutuhan akan rasa aman dan nyaman; rasa aman di rumah, aman secara financial, menjalin relasi yang harmonis dengan sesama dan anggota-anggota keluarga.
3. Tahap tiga – kebutuhan akan rasa cinta dan memiliki, kerinduan untuk diterima dan dicintai di dalam lingkungan tempat tinggal atau dengan teman-teman pergaulan.
4. Tahap empat – kebutuhan akan rasa percaya diri, kebutuhan untuk dihormati dan menghormati, perasaan untuk diakui, keinginan untuk berkuasa dan mengawasi, kebutuhan untuk merasa berharga.
5. Tahap lima – aktualisasi diri. Dalam tahap ini, seseorang merasa sudah menjadi segalanya, sudah meraih apa saja yang dia bisa gapai. Hidupnya sangat nyaman, memiliki segudang pengetahuan dan tingkat pemenuhan dirinya tinggi sekali.

Kata Maslow, kalau seseorang bisa memenuhi kebutuhan tahap satu, ia akan maju ke tahap berikutnya, begitu selanjutnya hingga ia memasuki tahap aktualisasi diri. Orang yang masih berada pada tahap satu dan dua akan cenderung melakukan hal kurang beradab (kekerasan) untuk memenuhi kebutuhan pokoknya demi melangkah ke tahap berikutnya.

Bagaimana menterjemahkan hirarki kebutuhan Maslow tersebut dalam teknik-teknik iklan dan kebiasaan membeli konsumen? Ingat, untuk menjual satu produk atau jasa, anda harus bisa membangkitkan rasa ingin memiliki barang yang dijual. Terbalik dengan keyakinan, konsumen tidak harus membutuhkan produk atau jasa yang anda tawarkan supaya membelinya. Tetapi anda harus bisa menggoda perhatiannya. Anda harus menciptakan kebutuhan baginya. Orang biasanya membeli sesuatu yang mereka inginkan sebelum mereka membeli barang yang benar-benar mereka butuhkan. Agar para pelanggan punya keinginan atas barang atau jasa yang ditawarkan, anda harus mengerti kebutuhan dan lifestyle-nya.

Berikut ini Hirarki Kebutuhan Maslow dari perspektif pengiklan.

Tahap Satu – Kebutuhan Psikologis :
Orang-orang yang berada di fase ini mungkin saja tidak punya banyak uang. Prioritas utama mereka adalah makanan dan minuman, tempat tinggal dan transportasi. Sebab itu, mereka akan membeli barang-barang yang harganya murah meski mutunya kurang bagus karena mereka belum sanggup membeli barang-barang yang berkualitas istimewa.

Tahap Dua – Kebutuhan akan rasa aman :
Orang-orang yang berada di tahap ini memprioritaskan rasa aman untuk saat ini dan masa yang akan datang. Mereka akan membeli dana pensiun, buku-buku dan video tentang pertahanan diri. Mereka juga akan membeli barang-barang seperti senjata untuk jaga-jaga, kamera pengintai, system alarm untuk membantu melindungi keluarga dan harta mereka.

Tahap Tiga – Kebutuhan akan rasa cinta dan memiliki :
Kebutuhan yang paling menonjol pada tahap ini adalah kebutuhan untuk merasa diterima oleh lingkungannya, baik di rumah, di tempat kerja, di antara teman-teman sepergaulan. Siapa pun tidak ingin merasa asing, aneh dan tidak diperhatikan. Kita selalu ingin menjadi bagian dari satu lingkungan yang kita cintai. Orang-orang di fase ini akan selalu mengikuti tren sebagai salah satu syarat agar mereka tetap diterima oleh teman-teman sepergaulan. Pada tahap ini juga orang punya kerinduan untuk berteman akrab dengan sesama entah anggota keluarga, teman, atau siapa saja yang dianggap signifikan. Hanya sedikit orang yang ingin hidup sendiri, menyepi seperti di pulau terpencil. Selebihnya selalu ingin berada di antara orang-orang yang mereka cintai. Sebab itu, setiap orang pada fase ini selalu berusaha agar menyenangkan orang, apalagi lawan jenis. Orang-orang di fase ini biasanya membeli barang-barang berikut ini dengan alasan-alasan tertentu: (1) Majalah atau apa saja yang biasa membuat mereka tetap mengikuti tren-tren terkini; (2) Memiliki barang-barang yang memiliki brand khusus seperti pakaian-pakaian yang trendi sehingga mudah diterima di lingkungan pergaulannya; (3) Make-up, parfum, cologne serta pakaian-pakaian seksi untuk menarik lawan jenis dan mendapatkan perhatian (love) dari orang lain; (4) Buku-buku tentang peningkatan kualitas diri untuk mengantisipasi kritik terhadap penampilan dan agar selalu diterima.

Tahap Empat – Kebutuhan akan rasa percaya diri:
Begitu seseorang mencapai tahap empat, perhatian terhadap diri sendiri akan semakin besar. Ia melakukan hal-hal yang menyenangkan diri sendiri karena ia menyukainya, bukan karena ada majalah atau media apa saja yang menyarankannya. Orang-orang sangat individualistis karena mereka sangat bahagia dengan diri mereka sendiri, rasa percaya dirinya tinggi. Pakaiannya mewah agar dipuji atau decak kagum orang lain. Konsumen-konsumen kelompok ini ingin orang lain menghargai mereka. Mereka akan membeli barang/jasa, di bawah ini alasan-alasan seperti berikut : (1) Makanan-makanan yang lezat agar semakin sehat; (2) Buku-buku untuk membantu mereka menjadi bos bagi diri mereka sendiri karena mereka ingin memiliki power dan control; (3) Investasi financial secara on-line untuk mengontrol secara penuh portfolio keuangan mereka; (4) Mereka akan mengkonsumsi kosmetik anti-aging sehingga tetap tampil awet muda; (5) mengenakan pakaian, mobil, dan lain-lain yang mahal sehingga mereka memiliki power untuk merasa superior di hadapan orang lain.

Tahap Lima – Aktualisasi Diri :
Inilah tahap terakhir dan, sayangnya hanya segelintir orang bisa meraih tahap hidup seperti ini. Orang-orang yang meraih fase ini merasa sangat bahagia atas dirinya dan kehidupannya. Mereka akan membeli barang-barang yang memberi mereka kenikmatan dan barang-barang yang memberikan kegembiraan bagi sesama. Mereka akan membeli barang-barang seperti berikut dengan alasan-alasan tertentu: (1) Karya seni, bunga dan barang-barang indah lainnya untuk mengekspresikan jiwa mereka; (2) Jalan-jalan dengan kapal pesiar yang mewah untuk menikmati hidup; (3) Berbuat amal bagi sesama karena orang yang sampai pada tahap aktualisasi diri merasa bahagia kalau orang lain bahagia.





Jenis Dan Tipe Logo

29 06 2008

Jenis Dan Tipe Logo

Berbicara tentang logo atau identitas maka ada baiknya kita mengenal 3 elemen penting yang ada dalam sebuah logo, yaitu:

1. NAMA, kaitannya dengan word atau bunyi.
2. SIMBOL, kaitannya dengan bentuk visual
3. WARNA, selain sebagai daya tarik visual, makna simbolik, juga berkaitan dengan pengaruh psikologis.

Pada masa awal perkembangannya, pembagian jenis logo tidaklah serumit sekarang. Mula-mula logo hanya berupa bentuk yang tak terucapkan seperti gambar, yang dibuat oleh pengrajin untuk lambang kerajaan.

Seiring dengan berkembangnya jaman, logo tidak hanya digunakan untuk kepentingan kerajaan saja, melainkan untuk memberi tanda pada barang-barang yang dijual di pasar (Trademarks). Pembagian jenis logo secara lebih sederhana dibagi atas dua bagian yaitu:

1. Word Marks atau Brand Name atau Logotype, yaitu logo yang tersusun dari bentuk terucapkan (rangkaian huruf yang dapat dibaca / diucapkan)

2. Device Marks atau Brand Mark atau Logogram, yang tersusun dari bentuk tak terucapkan (gambar).

Bisa pula logo terdiri atas keduanya, yang merupakan kombinasi dari brand name dan brand mark.

Sebagai contoh untuk brand name adalah Logotype GARUDA Indonesian Airways yang hanya tersusun dari huruf jenis Sans Serif , dan Logogram dengan bentuk burung garuda sebagai brand mark.

Kemudian dengan semakin bertambahnya jumlah produk di pasar, serta semakin kompleknya karakteristik pasar muncul berbagai jenis logo, yang pada dasarnya merupakan paduan dari dua jenis logo diatas.

Bila mengamati perubahan logo dari jaman ke jaman mulai bentuk-bentuk penuh ornamen hingga bentuk sederhana. Tipografi dapat dijadikan tolok ukur waktu. Logo huruf pada periode awal menggunakan tipe huruf yang berukir dan serif, dengan berkembangnya waktu maka huruf yang digunakan lebih sederhana dan sans-serif.

Demikian pula representasi dari logo gambar juga lebih disederhanakan, misalnya bola dunia digambarkan hanya dengan bulatan, terbang tidak lagi dipresentasikan dengan sayap burung, tapi digambarkan hanya dengan bentuk segitiga melengkung. Sebuah mahkota semula digambarkan mendekati realitas berubah menjadi sebuah garis dan empat buah bulatan dengan bentuk palang diatas.

Berikut kami sajikan beberapa jenis logo dan tipe logo:

1. Typografis
Hanya Logotype yang penekanannya lebih kepada nama produk. Adalah logo yang hanya terdiri dari rangkaian huruf untuk mengvisualkan sebuah nama. Logo jenis ini memberi pesan langsung kepada konsumen. Contoh: Polytron, Sony, Sharp.

Gaya Signature yang pada awalnya berasal dari nama atau tandatangan orang yang membuat suatu produk. Dengan berkembangnya dunia grafis maka visualisasi tandatangan tersebut bergeser menjadi nama dengan karakter khusus yang menjadi logo Typografis Ekspresif, mis: Etine Aigner, Yves Saint Laurent, Piere Cardin.

2. Typografis Geometris
Yaitu logo yang terdiri dari nama perusahaan atau produk dengan gaya tipografis geometris, tersusun atas bentuk-bentuk geometris seperti oval, lingkaran atau kotak. Sebagai contoh adalah logo Ford dalam bentuk elips. Kelebihan jenis logo ini adalah pada bentuknya yang ringkas dan fleksibel.

3. Initial Letter Logo
Yaitu logo yang menggunakan huruf awal (inisial) dari nama produk atau perusahaan dan menjadikannya sebagai elemen utama dari logo tersebut, misalnya bank Universal, bank Mega. Logo jenis ini terkadang menunjukkan gabungan nama pemilik perusahaan seperti logo produsen hardware komputer Hewlett-Packard (HP).

4. Pictorial Name Logo
Sama halnya dengan logotype, yaitu logo yang menggunakan nama sebagai komponen penting. Secara keseluruhan logo ini memiliki karakter bentuk yang sangat kuat dan khusus seperti Coca Cola, sehingga nama lain yang dituliskan dengan bentuk tipografi seperti itu akan tetap dianggap meniru Coca Cola.

5. Associative Logo
Yaitu logo yang memiliki asosiasi langsung dengan nama produk atau wilayah aktifitasnya. Sebagai contoh logo perusahaan pembuat pesawat terbang Aerospatiale, logonya terdiri dari kalimat Aerospatiale yang membentuk bola planet yang dengan jelas memperlihatkan jangkauan aktifitasnya yakni penerbangan, logo perusahaan minyak Shell yang menunjukkan gambar kerang sebagai asosiasi dari fosil penghasil minyak, kemudian logo 20th Century Fox, yang menggambarkan gemerlap dan megahnya dunia perfilman dan masih banyak lagi. Jenis logo seperti ini mempunyai daya tarik kuat dan mudah untuk dipahami.

6. Allusive Logo
Yang dimaksud dengan allusive logo adalah logo yang bersifat kiasan, seperti logo Mercedes Benz yang terdiri dari bentuk bintang segitiga yang merupakan representasi dari sistem kemudi mobil, atau bentuk A pada perusahaan penerbangan Alitalia yang dideformasikan dari bentuk ekor pesawat yang berfungsi sebagai penyeimbang. Logo jenis ini memiliki hubungan yang tidak langsung antara nama dengan logonya sehingga logo jenis ini sulit untuk dipahami.

7. Abstract Logo
Yang dimaksud dengan logo jenis ini adalah logo yang dapat menimbulkan beraneka kesan, yang dipengaruhi oleh daya pemahaman konsumen. Ini terjadi karena bentuk visual logo ini sangat abstrak. Diantaranya mengambil suatu bentuk struktural yang dikreasikan dengan efek optis yang bervariasi (ilusi optik). Sebagai contoh adalah logo Citroen, logo jenis ini sangat disukai di Amerika.

Dalam kategori abstract ini termasuk juga bentuk yang ekspresif seperti logo Bakrie Brothers. Abstract logo pertama kali digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar Jepang, yang kemudian perusahaan-perusahaan tersebut mengalami kesuksesan di negara barat, sehingga menjadi ide baru bagi perkembangan logo di dunia barat. Logo jenis ini sekarang menjadi standar disain logo kontemporer. Kelemahan dari jenis logo ini adalah bentuknya yang abstrak, sehingga sukar dipahami oleh konsumen.





Tips Menarik buat Web Designer

29 06 2008

Tips Menarik buat Web Designer

Web site yang efektif dan efisien:
Gunakan halaman yang ‘hampir sama’ interface-nya tiap halaman agar pengunjung tetap merasa berada di lingkungan web site kita. Apabila kita ingin bereksperimen dengan menempatkan suatu halaman lain dari yang lain, maka bisa saja pengunjung akan merasa berada di suatu halaman asing dan tidak tahu lagi dimana ia berada, padahal masih di web site yang sama…

Gunakan menu bar yang sama dan tempatkan pada setiap halaman. Cara ini punya keuntungan, yaitu bila menu yang anda tempatkan itu berupa gambar, maka dapat dipastikan akan lebih efisien dalam hal loading karena pada saat pertama gambar diload, maka gambar -gambar tersebut akan disimpan dalam disk cache dan dapat dipakai lagi bila perlu. Nah kalau gambar sering sama dalam setiap halaman, maka dapat menghemat waktu dalam meload halaman web anda, so, hemat pulsa khan…

Gunakan warna seperlunya. Lebih baik lagi kalau warnanya hampir mirip dan serasi. Hindari penggunaan warna yang berlebihan dan ‘gado-gado’. Penggunaan warna yang gado-gado bisa membuat halaman menjadi hambar dan tidak menarik.

Gunakan gambar/image seperlunya
Mengoptimalkan gambar, kalau anda ingin mempunyai halaman web yang penuh dengan gambar-gambar, entah itu foto-foto atau gambar hiasan lainnya, anda harus mengoptimalkan gambar itu. Pengoptimalan di sini maksudnya, gambar tersebut harus sekecil mungkin dan sebaik mungkin kualitasnya.
Ada beberapa cara untuk meningkatkan kualitas gambar, yaitu:
Membuat gambar dalam format GIF yang teroptimized. Anda bisa menggunakan Adobe ImageReady untuk keperluan ini.
Membuat gambar tidak dalam ukuran besar, karena akan memperlambat waktu load.

Gambar sebaiknya menggunakan 256 warna kalaupun ingin yang lebih, pakai format JPG saja..
Gambar kecil tapi ukuran besar, maksudnya ukuran gambar anda kecil tapi bila dilihat di Windows Explorer atau aplikasi lainnya ukurannya bengkak tidak seperti ukuran gambar aslinya yang kecil. Hal ini mungkin disebabkan gambar yang anda buat memiliki format yang salah, misalnya format PSD, CPT, CDR, dan sebagainya. Kompres atau konversi gambar ini ke dalam bentuk format GIF supaya lebih kompak dan lebih kecil ukurannya. Caranya? Pakai Corel Photopaint trus pilih File | Export | Export atau tekan Ctrl + E trus pilih format GIF. Ikuti terus wizardnya terus OK. Jadi deh…Cara kedua, anda bisa pakai Adobe ImageReady tapi dalam mode slices trus save optimize, pilih nama gambarnya. Sim salabim ukuran gambar jadi kecil!

Halaman kecil yang hebat!
Buat halaman yang menggambarkan jati diri anda (kalau tipe halamannya personal/pribadi) atau tonjolkan kelebihan dan jati diri perusahaan anda. Gunakan gambar-gambar yang cocok dengan tema yang anda pakai, misalnya kalau perusahaannya adalah warung Bakso, maka carilah gambar yang berhubungan dengan makanan/bakso. Pemakaian logo juga membantu untuk mengingatkan pengunjung untuk mengenal keunikan perusahaan Anda.

Gunakan script untuk mempercantik halaman Anda, misalnya membuat link yang berkedip-kedip pada saat mouse lewat di atasnya atau dengan menggunakan cascading style sheet untuk membuat halaman Anda tidak monoton (tapi hanya memiliki satu jenis font atau satu jenis warna saja). Dan ingat, buat halaman yang seramping mungkin dan jangan terlalu menempatkan gambar yang tidak perlu.

Mengoptimalkan loading halaman
Cara mengoptimalkan loading halaman:
Buat gambar dalam format GIF dan JPG Usahkan tanpa dither 32 bit (paling kecil ukurannya tapi agak buruk tampilannya/tidak terlalu), kalo mau yang tengah-tengah, pakai dither 64 bit (direkomendasikan) atau no dither untuk ukuran gambar yang lebih kecil, dan yang boros ukurannya namun memiliki kualitas yang baik 128 bit dither.





Tips dan Trik dalam Mendesain Web

29 06 2008

Tips dan Trik dalam Mendesain Web

Sering kita temui website yang tipikal: “Welcome to my homepage,” animasi e-mail, background dengan tulisan miring (diagonal), animasi garis pembatas, tabel dengan border tiga-dimesi dan lain-lain. Hal ini terjadi akibat dari fasilitas Template yang disediakan oleh software pembuat web seperti: FrontpageT, Corel WebDesignerT, dan sebagainya yang ditujukan untuk mempermudah penggunanya dalam membangun website.
Jika anda puas dengan hasil kerja anda membangun website dengan fasilitas template, sudahlah cukup sampai disini. Tetapi jika anda tidak puas dengan apa yang anda buat, dan anda merasa ingin lebih baik, maka anda perlu mengetahui bagaimana Web Designer membangun suatu Website, terlepas anda punya bakat seni atau tidak.1. Unik : Dalam membuat karya apapun seorang designer mempunyai kesadaran untuk tidak meniru atau menggunakan karya orang lain. Begitu pula seorang Web Designer harus mempunyai budaya malu untuk menggunakan icon, animasi, button, dll, yang telah digunakan atau dibuat oleh orang lain.

2. Komposisi : Seorang Web Designer selalu memperhatikan komposisi warna yang akan digunakan dalam website yang dibuatnya. Pergunakan selalu Palette 216 WebColor, yang dapat diperoleh dari Adobe.com, hal ini untuk mencegah terjadinya dither pada image yang berformat GIF. Dalam membangun website suatu perusahaan, Web Designer selalu menyesuaikan warna yang digunakan dengan Corporate Color perusahaan tersebut. Sebagai contoh: Telkom Corporate Color-nya adalah biru, Coca-Cola : merah dan putih, Standard-Chartered : hijau dan biru, dsb. Untuk kemudian warna-warna tadi digunakan sebagai warna dominan atau sebagai elemen pendukung (garis, background, button, dsb).

3. Simple : Web Designer banyak yang menggunakan prinsip “Keep it Simple”, hal ini ditujukan agar tampilan website tersebut terlihat rapi, bersih dan juga informatif.

4. Semiotik : Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda-tanda. Dalam hal ini diharapkan dengan melihat tanda atau gambar, user/ audience dapat dengan mudah dan cepat mengerti. Sebagai contoh: Jangan membuat gambar/image yang berkesan tombol, padahal itu bukan tombol/ link.

5. Ergonomis : Web Designer selalu memperhatikan aspek ergonomi. Ergonomi disini adalah dalam hal kenyamanan user dalam membaca dan kecepatan user dalam menelusuri website tersebut. Web Designer memilih ukuran Fonts yang tepat sehingga mudah dibaca, Web Designer menempatkan link sedemikian rupa sehingga mudah dan cepat untuk di akses dan lebih penting lagi adalah Informatif.

6. Fokus : Tentukan hirarki prioritas dari pesan yang akan disampaikan, misalnya: Judul harus besar, tetapi jangan sampai akhirnya akan konflik dengan subjudul yang berukuran hampir sama. Hal ini akan membingungkan user/audience untuk menentukan pesan mana yang harus lebih dahulu dibaca/ dilihat.

7. Konsisten : Tentukan font apa yang akan digunakan sebagai Body-text, Judul, Sub Judul dan sebagainya, sehingga website tersebut akan terlihat disiplin dan rapi. Sesuaikan jenis huruf yang digunakan dengan misi dan visi website tersebut, misalnya: hindari menggunakan font Comic dalam membangun website suatu perusahaan resmi.

Demikian beberapa aspek dan prinsip yang digunakan Web Designer dalam membuat website, selebihnya merupakan ekspresi dari pembuat website itu sendiri yang terwujud dalam penggayaan penyusunan website.
Software-software pembuat suatu website
Desain : Untuk membuat desain suatu homepage biasanya para web designer dimulai dengan software ini sebagai tampilan sementara atau dalam membuat layout homepage.

1. Adobe Photoshop : Desain berbasis titik ( bitmap )
2. Adobe Image Ready : Memotong gambar-gambar ke dalam format html
3. Adobe Illustrator : Desain berbasis vector
4. CorelDraw : Desain berbasis vector
5. Macromedia Freehand : Desain berbasis vector

Efek Desain : Hal ini dilakukan untuk menghidupkan desain yang telah kita rancang. Seperti menambah efek cahaya, textur dan manipulasi teks.
1. Macromedia Firework : Efek teks
2. Painter : Memberikan efek lukisan
3. Ulead Photo Impact : Efek frame dan merancangan icon yang cantik.
4. Plugins Photoshop : Seperti Andromeda, Alien Skin, Eye Candy, Kai’s Power Tool dan Xenofex juga sangat mendukung untuk memberi efek desain sewaktu anda mendesain layout homepage di Photoshop.

Animasi : Penambahan animasi perlu untuk membuat homepage agar kelihatan menarik dan hidup.
1. 3D Studio Max : Untuk membuat objek dan animasi 3D.
2. Gif Construction Set : Membuat animasi file gif
3. Macromedia Flash : Menampilkan animasi berbasis vector yang berukuran kecil.
4. Microsoft Gif Animator : Membuat animasi file gif
5. Swift 3D : Merancang animasi 3D dengan format file FLASH.
6. Swish : Membuat berbagai macam efek text dengan format file FLASH.
7. Ulead Cool 3D : Membuat animasi efek text 3D.

Web Editor : Menyatukan keseluruhan gambar dan tata letak desain, animasi, mengisi halaman web dengan teks dan sedikit bahasa script.
1. Alaire Homesite
2. Cold Fusion
3. Microsoft Frontpage
4. Macromedia Dreamweaver
5. Net Object Fusion

Programming : Hal ini dilakukan setelah sebagian besar desain homepage telah rampung. Programming bertugas sebagai akses database, form isian dan membuat web lebih interaktif. Contoh : Membuat guestbook, Form isian, Forum, Chatting, Portal, Lelang dan Iklanbaris.
1. ASP ( Active Server Page )
2. Borland Delphy
3. CGI ( Common Gateway Interface )
4. PHP
5. Perl

Upload : File html kita perlu di letakkan ( upload ) di suatu tempat ( hosting ) agar orang di seluruh dunia dapat melihat homepage kita.
1. Bullet FTP
2. Cute FTP
3. WS-FTP
4. Macromedia Dreamweaver : dengan fasilitas Site FTP
5. Microsoft Frontpage : dengan fasilitas Publish

Sound Editor : Homepage kita belum hidup tanpa musik. Untuk mengedit file midi atau wav, perlu alat khusus untuk itu.
1. Sound Forge : Mengedit dan menambah efek file yang berformat mp3 dan wav.
2. Cakewalk : Mengedit dan menambah efek untuk file yang berformat midi

Banyak sekali memang software untuk membuat suatu homepage dan kita tidak perlu mempelajari semua software tersebut di atas. Tapi untuk mempermudah, bagi pemula lebih baik dimulai terlebih dulu dengan mempelajari software Microsoft Frontpage atau Macromedia Dreamweaver agar lebih mengenal aturan-aturan membuat homepage dan mengenal bahasa html. Setelah itu baru Adobe Photoshop yang dipakai kebanyakan para desainer.

 





Web Design Future

29 06 2008

Apa saja yang harus saya siapkan untuk membuat web site?

Jika anda hendak memasak, apa saja yang harus anda siapkan? Tentu tergantung jenis masakannya! Membuat web site tidak jauh beda. Apa yang harus anda siapkan tergantung dari tujuan pembuatan web site.
Jika anda hendak memasak, apa saja yang harus anda siapkan? Tentu tergantung jenis masakannya! Kalau anda hendak membuat mie goreng, mungkin anda akan menyiapkan mie, minyak goreng, sayur, ayam, lain-lain. Anda juga butuh wajan untuk menggoreng. Kalau hendak membuat soto ayam, anda tidak perlu mie dan minyak goreng. Anda juga menggunakan panci, bukan wajan, untuk memasak soto. Namun untuk hampir semua jenis masakan, anda memerlukan garam, dan juga kompor!Membuat web site tidak jauh beda. Apa yang harus anda siapkan tergantung dari tujuan pembuatan web site. Jika anda menginginkan web site berfungsi sebagai tempat untuk transaksi, misalnya toko buku online, maka anda harus menyiapkan daftar harga, rekening bank untuk menerima pembayaran, tabel ongkos kirim, atau bahkan software yang terintegrasi agar stok bisa ter-update setiap saat. Jika anda menginginkan web site berfungsi sebagai katalog produk online, maka anda harus menyiapkan foto-foto produk, spesifikasi produk, dan sebagainya. Namun pada intinya, hampir semua web site juga memerlukan ‘garam’ berupa foto-foto dan penjelasan mengenai bidang kerja, serta ‘kompor’ berupa layanan hosting dan domain.

Foto-foto
Foto-foto yang harus disiapkan adalah foto produk yang ingin ditampilkan (untuk perusahaan barang) atau fasilitas yang dijadikan unggulan (untuk perusahaan jasa). Sebagai pelengkap, diperlukan juga foto-foto pendukung, misalnya untuk menunjukkan eksterior kantor. suasana kerja, dan sebagainya.
Semakin banyak foto yang disiapkan, semakin bagus. Walaupun nantinya tidak semua foto dimuat, akan lebih baik jika anda memberikan foto sebanyak-banyaknya pada desainer web. Jumlah foto mempengaruhi kualitas web site yang dibuat, karena dengan semakin banyaknya pilihan foto, desainer web akan semakin leluasa memilih foto yang cocok dengan konsep desain yang dibuat. Jika jumlah foto terbatas, desainer web terpaksa mengkompromikan konsep desain dengan foto yang tersedia, sehingga kadangkala desain terasa sedikit ‘memaksa’.

Penjelasan mengenai bidang kerja
Tulisan yang berisi penjelasan mengenai bidang kerja serta penjelasan lain yang terkait juga harus disiapkan. Bagaimanapun, andalah yang paling mengerti mengenai produk dan layanan anda, dan bukan desainer web. Desainer web tidak mungkin mempunyai ‘product knowledge’ sebaik anda.
Jika anda sudah pernah membuat company profile, brosur, atau publikasi lainnya, akan lebih baik jika disertakan bersamaan dengan materi lainnya.

Hosting
Agar web site dapat diakses, maka file-file yang dibuat harus tersedia di komputer yang on dan terhubung ke internet selama 24 jam dengan kecepatan tinggi. Menyediakan sendiri komputer seperti itu akan sangat memakan biaya karena biaya hardware dan biaya koneksi internet berkecepatan tinggi selama 24 jam. Untuk itu dibutuhkan layanan hosting, yang tak lain adalah layanan penyewaan komputer yang on dan terhubung ke internet selama 24 jam dengan kecepatan tinggi.

Domain
Domain adalah alamat internet untuk mengakses web site anda (misalnya www.fiesto.com). Lebih lanjut mengenai domain dapat anda baca di artikel lainnya.
Di luar ‘garam’ dan ‘kompor’ di atas, anda sendiri yang tahu materi apa saja yang tepat untuk dipublikasikan kepada pengunjung agar web site memperoleh hasil yang maksimal dan tidak sekedar ada.

 

  

Skill Desainer Web

Pada dasarnya desain Web sama seperti desain perwajahan lainnya. Hal yang membedakan adalah media yang dipergunakan. Dalam hal kemampuan (skill) pun demikian, hingga banyak orang yang menyimpulkan bahwa desain Web itu sama dengan desain Grafis.Untuk menjadi seorang desainer Web, hal-hal yang harus Anda kuasai dan pahami adalah:

HTML
HTML adalah bahasa pergaulan yang dipergunakan untuk melayout sebuah halaman Web. Jadi jelaslah bahwa pengetahuan Anda tentang HTML mutlak diperlukan. Terlepas kini terdapat Editor HTML WYSIWYG atau Editor HTML Visual, pengetahuan tentang dasar dan prinsip penggunaan HTML akan sangat diperlukan. Software: Dreamweaver, Frontpage, GoLive, HTMLDog, dan lain-lain.

CSS
CSS adalah alat untuk memformat halaman Web, berbeda dengan HTML, CSS lebih memfokuskan kepada “bagaimana HTML itu ditampilkan”.
Software: Dreamweaver, Frontpage, dll.

Editor Grafis
Dalam membuat sebuah situs Web, kita tidak terlepas dari pengolahan grafis untuk membuat sebuah halaman Web yang sesuai dengan keinginan. Pengolahan gambar, bahkan elemen desain lainnya dapat Anda buat dengan editor grafis. Dengan menguasai program editor grafis, Anda bahkan dapat membuat sketsa desain sebelm diiumplementasikan ke dalam HTML.
Software: Photoshop, Fireworks, Paint Shop Pro, The GIMP, dll.

Animasi Web
Animasi Web sangat diperlukan ketika Anda membuat sebuah banner atau animasi lainnya.
Software: Flash, Image Ready, Fireworks.
Anda tidak perlu menguasai semua software yang tertera diatas, cukup satu software saja setiap kemampuan yang ingin Anda kembangkan.

 





Poster Indonesia Belum Memiliki Ciri Khas

29 06 2008

Poster Indonesia Belum Memiliki Ciri Khas

Poster-poster di Indonesia hingga saat ini belum memiliki ciri khas. Bahkan, dalam bidang komersial dapat dikatakan tidak ada poster yang bagus. Berbeda dengan poster-poster Polandia atau Jepang, hanya dengan melihat beberapa poster saja kita dapat langsung mengetahui bahwa itu adalah poster Polandia atau Jepang karena mereka memiliki region/national style.

“Tetapi kalau kita mencoba melihat masa tahun 1930-an ke bawah, ada poster seniman Indonesia yang masih dipengaruhi grafikus Belanda yang masih menganut Dutch Victorian, Dutch Moderne atau Dutch Deco. Hampir seperti plakat steel, punya cara steelasi yang sangat gamblang, warna-warnanya masih murni dan mendominasi dunia perdagangan. Mungkin juga karena ada jarak yang bersifat nostalgia, maka ketika melihat poster-poster itu rasanya bagus,” kata Wagiyono, praktisi grafis, dalam diskusi “Perkem-bangan Seni/Desain Poster Indonesia” di Bentara Budaya Jakarta, Sabtu (15/4).
Selain Wagiono, pada diskusi tersebut juga tampil praktisi grafis Irvan Noek’man yang mempresentasikan perkembangan poster-poster Indonesia sejak masa Belanda hingga poster partai-partai peserta pemilihan umum yang baru lalu.

Menurut Wagiono, pada poster Polandia ada satu tradisi art yang berkembang pada seni Eropa yang sebetulnya masih berbekas terus-menerus. “Lima saja poster Polandia dipamerkan, kita akan langsung tahu bahwa itu poster Polandia,” katanya. Hal seperti ini tidak banyak terjadi di tempat lain. Yang punya sifat seperti itu adalah poster Jepang. Menurut Wagiono, tidak banyaknya negara lain yang seperti itu karena mereka terlalu berorientasi pada gaya internasional dan mencoba mencari satu gaya yang universal.

Poster-poster Indonesia yang menarik, kata Wagiono, justru terjadi di dunia yang tidak komersial, tetapi lebih banyak di pertunjukan-pertunjukan yang berkaitan dengan teater, tari, musik, film dan pariwisata. “Di film pun kita akan melihat film-film yang serius yang dibuat oleh Teguh Karya. Poster-posternya biasanya juga lebih berhati-hati. Akan tetapi kebanyakan di dalam film Benyamin S atau Warkop memang dibuat tidak dengan keinginan menjadi poster yang bagus, tetapi hanya keinginan untuk menarik masyarakat, apalagi film-film yang panas,” ujar Wagiono.

Hal yang sama juga belum terjadi pada desain. “Kita bisa saja mengumpulkan karya-karya desain grafis dan kita cocokkan. Saya kira ini isu besar di samping suatu desain yang memberikan kesempatan dan kebebasan berekspresi, berkreasi tetapi juga sebetulnya kita harus mempunyai ciri yang sangat kuat menjadi suatu region style atau national style yang bisa kita banggakan,” ucap Wagiono.





The Future Advertising

29 06 2008

The Future of Advertising

Kalau internet telah mempengaruhi hidup kita sedemikian jauh, apakah internet juga akan mempengaruhi masa depan iklan ? Begitu pertanyaan yang dilayangkan seorang pembaca kepada saya lewat e-mail belum lama ini.

Saya sempat tertegun menerima pertanyaan seperti itu. Yang pasti, meledaknya bisnis dot.com lima tahun lalu memang telah membuat banyak terobosan baru tentang dunia periklanan.
Seorang praktisi periklanan belum lama ini mendongeng kepada saya tentang teknologi yang mungkin tak lama lagi akan kita nikmati.

Teknologi itu bernama broadband, yang memungkinkan kita menonton televisi lewat internet. Bila hal ini terjadi maka ongkos operasional TV akan menjadi sangat murah mengingat saat ini perusahaan TV harus mengeluarkan banyak biaya untuk membangun infrastuktur mahal seperti jaringan antena pemancar.

Salah satu TV kabel Indonesia, Q Channel, kini mulai melakukan streaming programnya lewat internet yang membuat Q Channel dapat ditonton semua pemirsa di seluruh dunia. Hanya saja, jika Anda menontonnya lewat jalur internet biasa, kualitas suara dan gambarnya masih tersendat-sendat, persis pipa ledeng yang macet.

Hal ini akan berbeda jika Anda menontonnya lewat saluran internet broadband. Gambarnya akan bagus sekali. Di masa mendatang, di mana teknologi broadband semakin maju, pemancaran televisi lewat saluran internet akan menjadi sebuah realita yang bukan omong kosong.

Lalu apa bedanya ? Internet memiliki satu keunggulan yang unik yaitu mass customization. Ketika menonton TV, setiap kali penayangan iklan Anda cenderung akan memindahkan saluran terutama jika Anda tidak menyukai iklannya. Hal ini tentunya akan menggangu efektivitas iklan tersebut disamping stasiun TV pun khawatir Anda akan memindahkan saluran di tengah suatu acara.

Di masa mendatang, TV yang disalurkan lewat Internet akan memiliki menu pilihan di mana Anda dapat memilih sendiri iklan yang disukai sehingga tidak perlu memindahkan saluran. Efektivitas iklan pun menjadi lebih tinggi. Sebuah konsep yang jelas-jelas sangat menarik bukan ? Inilah konsep baru yang namanya, Marketing Permisi, atau “Permission Marketing”. Sebuah konsep pemasaran yang ditulis oleh Seth Godin yang pernah menjabat Vice President Marketing, dari Yahoo !

Menurut Godin, di masa mendatang kita harus permisi kepada konsumen terlebih dahulu, dan minta ijin kepada konsumen untuk menyampaikan sebuah pesan komunikasi iklan. Karena hubungan ini, berdasarkan ijin konsumen, maka jelas efektifitasnya akan menjadi sangat tinggi. Bukan tidak mungkin, di masa mendatang konsumen akan dibayar untuk menonton, membaca, ataupun mendengar sebuah iklan. Sekarang kalau Anda mendengar radio, sebenarnya banyak jingle iklan yang cukup indah dan enak didengar. Malah banyak jingle iklan yang dibuat berdasarkan lagu-lagu hit dunia.

Di masa mendatang, ada kemungkinan lagu-lagu iklan terkenal dapat di-download dari internet. Perusahaan-perusahaan iklan mungkin akan menyediakan cd gratis yang berisi kompilasi lagu-lagu iklan terkenal. Sehingga Anda tidak lagi perlu membeli cd untuk musik di mobil atau dirumah. Lumayan bukan ?

Banyak situs internet juga menawarkan screen saver yang unik untuk komputer Anda. Semuanya kebanyakan berisi iklan. Favorit saya adalah screensaver yang berasal dari promosi-promosi iklan film block buster yang sedang hit. Di lap-top saya saat ini, saya menggunakan screen saver dari film Mission Impossible II yang saya anggap sangat keren.

Produk-produk bermerek dunia seperti Coca Cola juga memiliki screen saver yang keren-keren. Anda juga mungkin berminat menciptakan screen saver yang keren dari produk Anda. Lalu Anda bisa mendistribusikannya cuma-cuma kepada seluruh klien Anda. Bila screen saver Anda cukup menarik, niscaya Anda akan mendapatkan permisi dari konsumen Anda, dan mereka akan memasangnya di komputer mereka masing-masing. Sebuah mekanisme iklan yang efektif sekali.

Bentuk iklan lainnya di masa mendatang adalah iklan dalam bentuk video game atau internet game. Menurut majalah Red Herring 20 Maret 2001, tak kurang dari 25 juta konsumen saat ini sudah aktif memainkan internet game. Saya sendiri sudah mencoba video game dari Pepsi yang disebut ’Pepsi Man’ yang cukup asyik. Situs-situs internet di masa mendatang akan menawarkan pula berbagai aneka permainan internet yang gratis yang semuanya merupakan bentuk-bentuk kreatif iklan di masa mendatang.

Bukan mustahil di masa mendatang Hollywood akan membuat film cerita yang panjangnya 2 jam namun isinya iklan semua, namun dikemas dengan sangat menarik persis seperti film cerita yang biasa. Pokoknya iklan-iklan di masa mendatang akan semakin kreatif dan tingkat interaktifnya dengan internet akan semakin tinggi.