Archive for the ‘ Artikel Desain Grafis ’ Category

Urban Art & Street Art


Urban art is at the heart of WebUrbanist – the drawings, images, photos and sculptures that inspire us in part because they are open to the public. From installation artworks to street graffiti and everything in between, here is our extensive collection of urban street art gathered from around the world and representing both traditional techniques and innovative approaches by old and new street artists alike. Baca lebih lanjut

Seni Dan Essensi nya


Tekadangbanyak yang belum memahami perbedaan antara Seni dan Desain, Bagi saya Seni itu Sebuah Makna, dan Desain Itu Sebuah Arti. mungkin dari beberapa kutipan yang saya ambil dari wikipedia ini bisa menjelaskan apa maksud dari pendapat saya tadi

Seni dan Desain

Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia. Baca lebih lanjut

Teori Video Dalam Multimedia


“Video adalah teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak”

Video adalah teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Biasanya menggunakan film seluloid, sinyal elektronik, atau media digital. Berkaitan dengan “penglihatan dan pendengaran” Aplikasi video pada multimedia mencakup banyak aplikasi :

- Entertainment: Broadcast TV, VCR/DVD recording

- Interpersonal: video telephony, video conferencing

- Interactive: windows, tablet, CD Interactive.

Digital video adalah jenis sistem video recording yang bekerja menggunakan sistem digital dibandingkan dengan analog dalam hal representasi videonya. Biasanya digital video direkam dalam tape, kemudian didistribusikan melalui optical disc, misalnya VCD dan DVD. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan video digital adalah camcorder, yang digunakan untuk merekam gambar-gambar video dan audio, sehingga sebuah camcorder akan terdiri dari camera dan recorder.

Macam-macam camcorder: miniDV, DVD camcorder, dan digital8.
Camcorder terdiri dari 3 komponen:
Lensa : untuk mengatur banyak cahaya, zoom, dan kecepatan shutter
Imager : untuk melakukan konversi cahaya ke sinyal electronic video
Recorder : untuk menulis sinyal video ke media penyimpanan (seperti magnetic
videotape)

Video kamera menggunakan 2 teknik
- Interlaced
Adalah metode untuk menampilkan image/gambar dalam rasterscanned display device seperti CRT televisi analog, yang ditampilkan bergantian antara garis ganjil dan genap secara cepat untuk setiap frame. Refresh rate yang disarankan untuk metode interlaced adalah antara 50-80Hz.
Interlace digunakan di sistem televisi analog:
 PAL (50 fields per second, 625 lines, even field drawn first)
 SECAM (50 fields per second, 625 lines)
 NTSC (59.94 fields per second, 525 lines, even field drawn first)

- Progressive scan
Adalah metode untuk menampilkan, menyimpan, dan memancarkan gambar dimana setiap baris untuk setiap frame digambar secara berurutan Biasa digunakan pada CRT monitor komputer.

Video digital memiliki keuntungan:
- Interaktif
Video digital disimpan dalam media penyimpanan random contohnya magnetic/optical disk. Sedangkan video analog menggunakan tempat penyimpanan sekuensial, contohnya magnetic disc/kaset video. Video digital dapat memberikan respon waktu yang cepat dalam mengakses bagian manapun dari video.
- Mudah dalam proses edit
– Kualitas: sinyal analog dari video analog akan mengalami penurunan kualitas secara perlahan karena adanya pengaruh kondisi atmosfer. Sedangkan video digital kualitasnya dapat diturunkan menggunakan teknik kompresi.
- Transmisi dan distribusi mudah karena dengan proses kompresi, maka video digital dapat disimpan dalam CD, ditampilkan pada web, dan ditransmisikan melalui jaringan.
Representasi sinyal video meliputi 3 aspek
Representasi Visual
Tujuan utamanya adalah agar orang yang melihat merasa berada di scene(lokasi) atau ikut berpartisipasi dalam kejadian yang ditampilkan. Oleh sebab itu, suatu gambar harus dapat menyampaikan informasi spatial dan temporal dari suatu scene.
1. Vertical Detail dan Viewing Distance
– Aspek rasio adalah perbandingan lebar dan tinggi, yaitu 4:3.
– Tinggi gambar digunakan untuk menentukan jarak pandang dengan menghitung rasio viewing distance (D) dengan tinggi gambar (H) -> D/H.
– Setiap detail image pada video ditampilkan dalam pixel-pixel.
2. Horizontal Detail dan Picture Width
Lebar gambar pada TV konvensional = 4/3 x tinggi gambar
3. Total Detail Content
Resolusi vertikal = jumlah elemen pada tinggi gambar
Resolusi horizontal = jumlah elemen pada lebar gambar x aspek rasio.
Total pixel = pixel horizontal x pixel vertikal.

4. Perception of Depth
Dalam pandangan / penglihatan natural, kedalaman gambar tergantung pada sudut pemisah antara gambar yang diterima oleh kedua mata. Pada layar flat, persepsi kedalaman suatu benda berdasarkan subject benda yang tampak.

5. Warna
Gambar berwarna dihasilkan dengan mencampur 3 warna primer RGB (merah, hijau, biru).
Properti warna pada sistem broadcast:
– LUMINANCE
Brightness = jumlah energi yang menstimulasi mata grayscale (hitam/putih) Pada televisi warna luminance tidak diperlukan.

- CHROMINANCE adalah informasi warna.
Hue (warna) = warna yang ditangkap mata (frekuensi) Saturation = color strength (vividness) / intensitas warna.

6. Continuity of Motion
Mata manusia melihat gambar sebagai suatu gerakan kontinyu jika gambar gambar tersebut kecepatannya lebih besar dari 15 frame/det.
Untuk video motion biasanya 30 frame/detik, sedangkan movies biasanya 24 frame/detik.

7. Flicker
Untuk menghindari terjadinya flicker diperlukan kecepatan minimal melakukan refresh 50 cycles/s.

Teknologi Pertelevisian
NTSC (National Television System Committee)
– 525 baris, 60 Hz refresh rate.
– Digunakan di Amerika, Korea, Jepang, dan Canada.
– Frame rate 30 fps
– Menggunakan format YIQ
PAL (Phase Alternating Line)
– 625 baris, 50 Hz refresh rate
– Digunakan di sebagian besar Eropa Barat.
– Frame rate25 fps
– Menggunakan format YUV.
SECAM (Séquentiel couleur avec mémoire)
– Digunakan di Perancis, Rusia, dan Eropa timur
– Berdasarkan frequency modulation dengan 25 Hz refresh rate dan 625
– baris.
HDTV (High Definition TV)
– Standar televisi baru dengan gambar layar lebar, lebih jernih dan suara
kualitas CD Auido.
– Aspek ratio 16:9 dibandingkan dengan sistem lain 4:3.
– Resolusi terdiri dari 1125 (1080 baris aktif) baris
Perbedaan mendasar dari standar video analog diatas:
– Jumlah garis horisontal dalam gambar video (525 atau 625)
– Apakah frame ratenya 30 atau 25 frame per detik
– Jumlah bandwidth yang digunakan.
– Apakah menggunakan sinyal AM atau FM untuk audio videonya.

Beberapa jenis VGA untuk video digital:
– CGA (Color Graphics Array): Menampung 4 colors dengan resolusi 320 pixels x 200 pixels.
– EGA (Enhanced Graphics Array) Menampung 16 colors dengan resolusi 640 pixels x 350 pixels.
– VGA (Video Graphics Array)

Menampung 256 colors dengan resolusi 640 pixels x 480 pixels.
– XGA (Extended Graphics Array)
Menampung 65000 colors dengan resolusi 640 x 480
Menampung 256 colors dengan resolusi 1024 x 768
– SVGA (Super VGA)
Menampung 16 juta warna dengan resolusi 1024 x 768

Beberapa format video:
– Digital Video Compressed

  • CCIR-601 untuk broadcast tv.
  • MPEG-4 untuk video online
  • MPEG-2 untuk DVD dan SVCD
  • MPEG-1 untuk VCD

- Analog / Tapes Video
Betacam: format untuk broadcast dengan kualitas tertinggi. DV dan miniDV untuk camcorder Digital8 dibuat oleh Sony tahun 1990-an, mampu menyimpan video selama 60-90 menit.

ASF (Advanced System Format)
– Dibuat oleh Microsoft sebagai standar audio/video streaming format
– Bagian dari Windows Media framework
– Format ini tidak menspesifikasikan bagaimana video atau audio harus di encode, tetapi sebagai gantinya menspesifikasikan struktur video/audio stream. Berarti ASF dapat diencode dengan codec apapun.
– Dapat memainkan audio/video dari streaming media server, HTTP server, maupun lokal.
– Beberapa contoh format ASF lain adalah WMA dan WMV dari Microsoft.
– Dapat berisi metadata seperti layaknya ID3 pada MP3
– ASF memiliki MIME “type application/vnd.ms-asf” atau “video/x-ms-asf”.
– Software : Windows Media Player
MOV (Quick Time)
– Dibuat oleh Apple
– Bersifat lintas platform.
– Banyak digunakan untuk transmisi data di Internet.
– Software: QuickTime
– Memiliki beberapa track yang terdiri dari auido, video, images, dan text sehingga masing-masing track dapat terdiri dari file-file yang terpisah.
MPEG (Motion Picture Expert Group)
– Merupakan file terkompresi lossy.
– MPEG-1 untuk format VCD dengan audio berformat MP3.
– MPEG-1 terdiri dari beberapa bagian:

  • Synchronization and multiplexing of video and audio.
  • Compression codec for non-interlaced video signals.
  • Compression codec for perceptual coding of audio signals. 
  • Procedures for testing conformance.
  • Reference software

MPEG-1 beresoluasi 352×240.
– MPEG-1 hanya mensupport progressive scan video.
– MPEG-2 digunakan untuk broadcast, siaran untuk direct-satelit dan cable
tv.
– MPEG-2 support interlaced format.
– MPEG-2 digunakan dalam/pada HDTV dan DVD video disc.
– MPEG-4 digunakan untuk streaming, CD distribution, videophone dan
broadcast television.
– MPEG-4 mendukung digital rights management.
DivX
– Salah satu video codec yang diciptakan oleh DivX Inc.
– Terkenal dengan ukuran filenya yang kecil karena menggunakan MPEG4 Part 2 compression.
– Versi pertamanya yaitu versi 3.11 diberi nama “DivX ;-)”
– DivX bersifat closed source sedangkan untuk versi open sourcenya adalah XviD yang mampu berjalan juga di Linux.
Windows Media Video (WMV)
– Codec milik Microsoft yang berbasis pada MPEG4 part 2
– Software: Windows Media Player, Mplayer, FFmpeg.
– WMV merupakan gabungan dari AVI dan WMA yang terkompres, dapat berekstensi wmv, avi, atau asf.
Software: QuickTime, Windows Media Player, ZoomPlayer, DivXPro, RealOne Player, Xing Mpeg Player, PowerDVD.

Semoga Bermanfaat

 

Pemahaman Multimedia


Kalau kita pahami Multimedia sebenarnya ada disekitar kita, lingkungan kita, saat kita sedang berdiri, melihat, meraba apakah yang kita lihat itu multimedia?. Coba sekarang anda bayangkan berada diruangan yang gelap ukuran 4 x 3 kosong tanpa cahaya, apakah terjadi sebuah proses multmedia? jadi apa sebenarnya multimedia itu? jangan sekali-kali anda mengartikan dengan memisah kan kata “multi” dan kata “media” anda pasti tidak akan menemukan jawabannya. Saat kita mendengar kata Multimedia pasti anda akan berfikir secara spontan, komputer, tv, website, atau sesuatu yang berhubungan dengan teknologi visual, yang dapat dilihat dinikmati dan tentunya menyenangkan. Baca lebih lanjut

Legalitas Transaksi dalam Bisnis Disain Grafis


Legalitas Transaksi dalam Bisnis Disain Grafis

Kini dengan besarnya kebutuhan tenaga disain grafis banyak bermunculan penyedia jasa disain grafis dari yang secara perorangan hingga yang berbentuk badan hukum komersial. Bidang yang kental dengan ‘karya-cipta’ ini telah banyak digandrungi oleh generasi muda hingga jumlah tenaga ahli dibidang ini berkembang pesat dan tidak sedikit diantaranya yang mulai berbisnis jasa disain grafis. Bagi pemula legalitas transaksi sangat penting untuk dipahami. Karena pemula relatif rentan termanfaatkan atas kelemahan daya tawarnya. Dalam artikel ini ada baiknya saya berbagi akan pengalaman saya ketika pertama kali memulai berbisnis dengan perusahaan besar, agar dari pengalaman ini dapat dipetik maknanya sebagai pelajaran khususnya bagi pemula.

Awalnya saya tidak menganggap mendisain itu sebagai bisnis, saya anggap hanya hobi dan sekedar untuk membantu teman yang memerlukannya. Suatu saat saya diperkenalkan oleh teman dekat saya dengan staff salah satu perusahaan asuransi besar di Jakarta yang sedang memerlukan keahlian saya untuk mendisain majalah perusahaan serta mendisain dan mencetak beberapa macam poster perusahaan tersebut.

Saat itu dengan sifat rendah hati saya, saya bersedia saja dibayar dengan jumlah sekehendak staff perusahaan tersebut, seperti halnya membantu teman saja. Jadi saat itu saya hanya sekedar ingin menjalin hubungan baru yang baik. Karena menurutnya hubungan ini akan terus berkelanjutan berhubung majalah itu akan terus diterbitkan dan masih banyak material lain yang butuh keahlian ini. Untuk kepastian transaksi saya minta agar disusun perjanjian atas teknis pelaksanaan pekerjaan antara saya dan perusahaan tersebut. Itu-pun saya yang minta, jika saya tidak minta nampaknya akan diabaikan oleh mereka.

Seiring dengan penyusunan perjanjian tersebut saya sudah diminta mulai duluan mengerjakan disain majalah dan poster tersebut. Hampir setiap pagi saya diburu dengan berbagai koordinasi agar bisa selesai dengan deadline yang sangat singkat. Di pertengahan, perjanjian tersebut baru diserahkan pada saya. “Jim lu tanda tangan disini ya!” ucap staff perusahaan tersebut yang secara implisit meminta agar saya langsung menandatangani perjanjian tersebut agar urusan cepat selesai. Lalu atas rasa saling percaya saya bersedia langsung menandatangani perjanjian tersebut tanpa sempat mempelajari lebih dahulu seluruh isinya. Bagi saya yang penting ketika itu saya telah melihat angka nominal yang akan dibayarkan pada saya sesuai kesepakatan.

Setelah pekerjaan selesai, pembayaran berlangsung lancar seolah-olah tiada permasalahan. Namun setelah saya teliti ulang isi perjanjian tersebut, disebutkan Soft Copy hasil disain menjadi hak milik Perusahaan, dan perusahaan berhak mengubah serta memperbanyak tanpa pemberitahuan kepada pihak manapun. Dan akhirnya memang benar, selanjutnya Soft Copy Final ArtWork saya mereka manfaatkan kembali untuk kreatif disain majalah edisi selanjutnya dan disitu saya sudah tidak dilibatkan lagi, ‘iming-iming’ transaksi berkelanjutan ternyata hanya tipuan belaka agar saya mau dibayar sangat rendah. Tindakan itu secara hukum telah mereka susun agar dapat dibenarkan walau secara etika moral perbuatan merampas hak cipta sangat tidak terpuji. Sungguh malang saya saat itu, mudah sekali dibodohi dianggap sebagai disainer murahan lalu dibuang begitu saja.

Dari pengalaman saya tersebut hal yang perlu dicatat adalah :

1. Setiap transaksi formal harus ada legalitasnya baik berupa pernyataan dalam kuitansi atau jika diperlukan berupa perjanjian formal. Dan Jangan memulai pekerjaan sebelum ada kepastian legalitas tersebut. Karena sebaiknya kepercayaan timbul setelah ada kepastian, walau yang anda hadapi adalah teman anda sendiri.

2. Selalu yakinkan legalitas transaksi baik berupa perjanjian formal, pernyataan dibalik order-form, faktur, kwitansi dsb, agar tidak menyimpang dari prinsip adil dan saling menguntungkan.

3. Jika hal-hal yang diatur cukup kompleks, maka diskusikan poin-poin tersebut dengan rekan bisnis anda atau pelajari dulu setidaknya minta waktu satu hari untuk mempelajarinya. Jika bingung konsultasikan pada ahlinya, bisa melalui teman anda yang ahli dibidangnya. Jangan sekali-kali menganggap remeh suatu pernyataan hukum.

4. Bagi pemula mulailah menghargai diri sendiri dengan memiliki tarif yang layak sesuai dengan dedikasi dan kualitas yang anda berikan.

Demikian saya sampaikan artikel ini sekedar untuk berbagi pengalaman, agar dapat dimaknai dan diaplikasikan lebih lanjut khususnya bagi pemula agar tetap mampu eksis dalam kancah bisnis disain grafis yang tidak ada matinya. Selamat berkarya.

Design+Style Magazine


Design+Style Magazine

Di awal abad ke 20, banyak majalah yang terbit khusus mengulas mengenai berbagai aliran pada desain grafis; poster, tipografi, dan litografi. Berangsur-angsur, sesuai dengan perkembangan waktu, di mana publikasi makin jauh jangkauannya, di antara majalah-majalah tersebut sudah ada yang mencakup semua aspek di segala bidang. Baca lebih lanjut

Poster Indonesia Belum Memiliki Ciri Khas


Poster Indonesia Belum Memiliki Ciri Khas

Poster-poster di Indonesia hingga saat ini belum memiliki ciri khas. Bahkan, dalam bidang komersial dapat dikatakan tidak ada poster yang bagus. Berbeda dengan poster-poster Polandia atau Jepang, hanya dengan melihat beberapa poster saja kita dapat langsung mengetahui bahwa itu adalah poster Polandia atau Jepang karena mereka memiliki region/national style.

“Tetapi kalau kita mencoba melihat masa tahun 1930-an ke bawah, ada poster seniman Indonesia yang masih dipengaruhi grafikus Belanda yang masih menganut Dutch Victorian, Dutch Moderne atau Dutch Deco. Hampir seperti plakat steel, punya cara steelasi yang sangat gamblang, warna-warnanya masih murni dan mendominasi dunia perdagangan. Mungkin juga karena ada jarak yang bersifat nostalgia, maka ketika melihat poster-poster itu rasanya bagus,” kata Wagiyono, praktisi grafis, dalam diskusi “Perkem-bangan Seni/Desain Poster Indonesia” di Bentara Budaya Jakarta, Sabtu (15/4).
Selain Wagiono, pada diskusi tersebut juga tampil praktisi grafis Irvan Noek’man yang mempresentasikan perkembangan poster-poster Indonesia sejak masa Belanda hingga poster partai-partai peserta pemilihan umum yang baru lalu.

Menurut Wagiono, pada poster Polandia ada satu tradisi art yang berkembang pada seni Eropa yang sebetulnya masih berbekas terus-menerus. “Lima saja poster Polandia dipamerkan, kita akan langsung tahu bahwa itu poster Polandia,” katanya. Hal seperti ini tidak banyak terjadi di tempat lain. Yang punya sifat seperti itu adalah poster Jepang. Menurut Wagiono, tidak banyaknya negara lain yang seperti itu karena mereka terlalu berorientasi pada gaya internasional dan mencoba mencari satu gaya yang universal.

Poster-poster Indonesia yang menarik, kata Wagiono, justru terjadi di dunia yang tidak komersial, tetapi lebih banyak di pertunjukan-pertunjukan yang berkaitan dengan teater, tari, musik, film dan pariwisata. “Di film pun kita akan melihat film-film yang serius yang dibuat oleh Teguh Karya. Poster-posternya biasanya juga lebih berhati-hati. Akan tetapi kebanyakan di dalam film Benyamin S atau Warkop memang dibuat tidak dengan keinginan menjadi poster yang bagus, tetapi hanya keinginan untuk menarik masyarakat, apalagi film-film yang panas,” ujar Wagiono.

Hal yang sama juga belum terjadi pada desain. “Kita bisa saja mengumpulkan karya-karya desain grafis dan kita cocokkan. Saya kira ini isu besar di samping suatu desain yang memberikan kesempatan dan kebebasan berekspresi, berkreasi tetapi juga sebetulnya kita harus mempunyai ciri yang sangat kuat menjadi suatu region style atau national style yang bisa kita banggakan,” ucap Wagiono.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.